Tokoh Pahlawan dan Organisasi Sejarah Pergerakan Nasional

Para tokoh pahlawan dan organisasi sejarah pergerakan nasional Indonesia wajib kita kenang dalam kehidupan berbangsa maupun bernegara. Mereka telah berjuang baik melalui pikiran, tenaga, harta benda, waktu dan segala hal yang dimiliki untuk kepentingan kemerdekaan Indonesia. Sejarah Pergerakan Nasional memiliki pengertian yang khas, yaitu sejarah perjuangan yang dilakukan oleh organisasi secara modern yang bertujuan untuk memperbaiki hajat hidup bangsa Indonesia. Gerakan yang dijalankan oleh para pahlawan pergerakan nasional tidak hanya untuk memperbaiki hajat hidup pada satu sektor saja, namun diberbagai sektor seperti: sosial, ekonomi, politik, keagamaan, budaya, dan lain sebagainya. Istilah nasional merujuk bahwa gerakan ini mempunyai cita-cita nasional yang meliputi seluruh warga Indonesia sebagai bangsa yang terjajah untuk memperoleh kemerdekaan. Selain itu, pergerakan nasional juga digunakan untuk menggantikan pergerakan perjuangan bangsa Indonesia sebelumnya yang bersifat kedaerahan. Dengan adanya pergerakan nasional, seluruh elemen bangsa Indonesia bahu membahu mengusir penjajah dari tanah Indonesia.
Tokoh pahlawan pergerakan nasional merupakan para tokoh yang menyadari pentingnya organisasi modern sebagai salah satu usaha untuk mencapai kemerdekaan. Mereka juga sering disebut sebagai tokoh kebangkitan nasional. Kebanyakan tokoh sejarah pergerakan nasional termasuk dalam golongan kaum terpelajar dan priyayi(sebutan untuk kaum bangsawan di masa Belanda). Kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat pribumi merupakan salah satu manfaat dari politik etis. Golongan terpelajar ini adalah orang pertama yang menyadari bahwa penderitaan, kemiskinan, dan kebodohan yang dialamai oleh bangsa Indonesia adalah akibat dari penjajah. Mereka telah menyadari kesalahan bangsa Indonesia dalam melawan Belanda, yaitu:

  1. perjuangan masih bersifat kedaerahan
  2. terlalu terpusat menggantungkan diri pada seorang pemimpin
  3. tidak teorganisir
  4. tujuan perjuangan tidak jelas.
Golongan kaum terpelajar ini kemudian menyimpulkan bahwa salah satu upaya untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia adalah melalui organisasi modern sebagai wadah perjuangan. Faktor yang mempengaruhi pergerakan nasional adalah sebagai berikut:

1) Faktor Intern
  1. Keinginan untuk membebaskan diri dari penjajahan akibat penderitaan yang dialami rakyat
  2. Munculnya golongan terpelajar (elite nasional) akibat pelaksanaan politik etis
  3.  Mengenang kejayaan masa lampau yang gemilang
2) Faktor Ektern
  1. Kemenangan Jepang atas Rusia (1904-1905)
  2. Pengaruh  ucapan Presiden AS. Woodrow Wilson, “Bangsa-bangsa yang  masih terjajah agar menentukan nasibnya sendiri"
  3. Terpengaruh oleh gerakan nasional di negara lain, seperti :
  • Gerakan Kemerdekaan rakyat India yang dipimpin oleh Mahatma Gandhi
  • Gerakan Turki Muda yang dipimpin Musthapa Kemal Pasha (Kemal Ataturk)
  • Gerakan Kemerdekan di Philipina dibawah  pimpinan Yose Rizal
  • Revolusi Cina (1911) yang dipelopori oleh Dr. Sun Yat Sen
Adapun ciri-ciri perjuangan pergerakan nasional adalah sebagai berikut:
  1. Pergerakan bersifat kebangsaan/ nasional
  2. Pergerakan menggunakan sistem organisasi teratur, dan tidak terpusat ada pimpinan
  3. Pergerakan dilakukan oleh pelajar yang berpandangan jauh ke depan
  4. Perjuangan tidak bersifat fisik/ mengangkat senjata, namun berupa gerakan pendiidkan ekonomi dan politik
Salah satu usaha yang terwujud dari pergerakan nasional adalah adanya pers untuk mendukung perjuangan. Pers  dimanfaatan sebagai sarana untuk menyebarluaskan  cita-cita mencapai kemerdekaan Indonesi dan sebagai alat untuk memperkuat cita-cita kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Pada masa pergerakan Nasional pers  terbit dimana-mana dibawah pimpinan para tokoh dan perintis pejuang kemerdekaan 

Lalu siapa saja tokoh pahlawan sejarah pergerakan nasional? Berikut kami sajikan beberapa tokoh pahlawan pergerakan nasional di Indonesia. 
  1. Dr. Wahidin Sudirohusodo ( 1857- 1917)
    Nama kecil beliau adalah Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo. Dr. Wahidin Sudirohusodo merupakan lulusan sekolah Dokter Jawa dan bekerja sebagai dokter pemerintah di Yogyakarta sampai tahun 1899. Pada tahun 1901 menjadi redaktur majalah Retno Dhoemilah “Ratna yang berkilauan”. Pada tanggal 20 Mei 1908 beliau mendirikan organisasi Budi Utomo di Yogyakarta. Budi Utomo berarti tujuan mulia. Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang memiliki struktur dan tujuan terhadap kebangkitan bangsa Indonesia. Untuk itulah hari berdirinya Budi Utomo yaitu tanggal 20 Mei diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional.
  2. Dr. Sutomo
    Beliau merupakan ketua Budi Utomo.
  3. H. Samanhudi
    Beliau merupakan pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI). SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada agama Islam dan perekonomian rakyat sebagai dasar penggeraknya. Di bawah pimpinan H. Samanhudi, perkumpulan ini berkembang pesat hingga menjadi perkumpulan yang berpengaruh.  Haji Samanhudi dan kawan-kawan ini adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang asing untuk menguasai komplar ekonomi rakyat pada masa itu. 
  4. H. Oemar Said Cokroaminoto
    H. Oemar Said Cokroaminoto namanya sering disingkat H.O.S Cokroaminoto merupakan pendiri organisasi Sarekat Islam (SI) dan salah satu lulusan OSVIA. SI awalanya merupakan organisasi perdagangan muslim yang bernama Sarikat Dagang Islam (SDI). Kemudian berkat dorongan dari Cokroaminto SDI berubah menjadi SI. 
  5. H. Agus Salim
    Beliau menempuh pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda. Setelah lulus, Agus Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.
    Agus Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.
  6. Tiga Serangkai: Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Suwardi SuryaningratTokoh tiga serangkai merupakan pendiri Indische Partij yang didirikan pada tanggal  25 Desember 1912. Indische Partij beranggotakan orang-orang Indonesia dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda dengan orang Indonesia. Indische Partij sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indonesia dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indonesia sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.

Sejarah Konflik Disintegrasi di Yugoslavia

Sejarah konflik disintegrasi peperangan di Yugoslavia memiliki berbagai macam faktor dan latar belakang ditinjau dari berbagai pendapat. Selama masa berdirinya negara ini dipenuhi dengan gejolak dan konflik politik setelah meninggalnya Presiden Tito Broz Tito yang juga seorang revolusioner komunis  yang memimpin sejak tahun 1943 hingga kematiannya pada tahun 1980.
Yugoslavia merupakan suatu negara yang pernah berdiri di wilayah Balkan, di sebelah tenggara Eropa, dari tahun 1918 sampai tahun 2003. Dalam perjalanannya, negara ini pernah berbentuk kerajaan dan republik. Negara ini beribukota di Beograd.
Perang Yugoslavia merupakan serangkaian konflik dan kekerasan yang terjadi di Yugoslavia selama tahun 1990-an hingga 2001. Peperangan terjadi karena konflik etnis antar warga Yugoslavia, kebanyakan antara bangsa Serbia melawan Kroasia, Bosnia dan Albania; di Bosnia dan Herzegovina perang terjadi antara Bosnia dan Kroasia, sementara di Makedonia antara bangsa Makedonia dan Albania. Perang ini berakhir dengan kekacauan ekonomi Yugoslavia.
Sering disebut sebagai perang paling mematikan di Eropa setelah terjadinya Perang Dunia, perang ini berciri terjadinya kejahatan perang dan pembersihan etnis besar-besaran. Perang ini adalah perang pertama setelah terjadinya Perang Dunia II yang dianggap sebagai genosidal dan banyak tokoh kunci perang ini yang dituduh melakukan kejahatan perang. International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) didirikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengusut kejahatan perang selama perang ini.
Ketegangan di Yugoslavia meningkat sejak awal tahun 1980-an. Di tengah kesulitan ekonomi, Yugoslavia menghadapi bangkitnya nasionalisme di antara grup etnis. Perang ini terbagi menjadi dua bagian:
1. Perang selama pecahnya Yugoslavia

  1. Perang di Slovenia (1991)
  2. Perang Kemerdekaan Kroasia (1991-1995)
  3. Perang Bosnia (1992-1995)
  4. Kampanye pengeboman NATO di Bosnia dan Herzegovina (1995)
2. Perang di wilayah yang dihuni bangsa Albania:


  1. Perang Kosovo (1998[3]-1999)
  2. Pengeboman NATO atas Yugoslavia (1999)
  3. Konflik Serbia Selatan (2000-2001)
  4. Konflik Makedonia (2001)

Disintegrasi Yugoslavia merupakan proses pecahnya negara federasi Yugoslavia melalui krisis berkepanjangan sejak tahun 1991. Sejarah Yugoslavia dapat ditelusuri sejak abad ke-6, dan bangsa yang dianggap sebagai nenek moyang bangsa Yugoslavia ialah bangsa Carpadus. Bangsa-bangsa yang berturut-turut datang dan menguasai wilayah tertentu di Yugoslavia antara lain bangsa Romawi, Bangsa Perancis, Austro-Hungaria, Turki, Italia, dan Jerman. Di wilayah Yugoslavia pertama-tama terdapat beberapa bangsa kecil yang berdiri sendiri-sendiri sehingga memungkinkan bangsa-bangsa pendatang tersebut menjajah beberapa wilayah dalam kurun waktu yang cukup panjang.
Perjuangan bangsa Yugoslavia untuk mengusir penjajah dimulai oleh Serbia dan Montenegro yang mendapat pengakuan kemerdekaan sepenuhnya dalam tahun 1878. Dalam perang Balkan tahun 1912, mengadakan persekutuan dengan Bulgaria dan Yunani melawan Turki dan berhasil mengakhiri penjajahan Turki di Yugoslavia. Dalam tahun 1914 situasi politik di Yugoslavia menjadi genting karena pembunuhan putra mahkota Austro-Hungaria, Franz Ferdinand, di Sarajevo oleh seorang pemuda Serbia bernama Gavrilo Princip, anggota Organisasi Pemuda "Bosnia Muda".
Kejadian tersebut memperuncing hubungan Serbia dengan Austro-Hungaria karena Austria menuduh komplotan Serbia sebagai mendalangi pembunuhan itu. Pemerintah Serbia menolak permintaan Austro-Hungaria untuk menyelidiki kasus tersebut. Tindakan Serbia yang melaksanakan mobilisasi umum menyebabkan Austro-Hungaria mengumumkan perang terhadap Serbia dan akibatnya pecahnya Perang Dunia Pertama.

Latar Belakang Konflik Disintegrasi di Yugoslavia

Dimasa kepemimpinan Tito Republik Federasi Sosialis Yugoslavia cukup populer di fora internasional, berkat popularitas kepemimpinan pribadi Tito. Figur Tito sebagai tokoh pemersatu bangsa Yugoslavia memang tepat karena disamping bakat kepemimpinan dan kewibawaannya, sebagai keturunan dari etnis Kroasia Tito menikah dengan warga etnis Serbia. Akan tetapi keadaan kemudian berubah yaitu ketika pada bulan Mei 1980 Tito meninggal dunia tanpa sempat mempersiapkan pengganti yang sekuat dirinya.
Sepeninggal Tito, kehidupan politik dan negara seakan-akan kehilangan arah. Negara yang kemudian dipimpin secara kolektip oleh suatu badan Presidensi berjumlah delapan orang dan partai juga dipimpin Presidium beranggotakan 24 orang, ternyata praktek pengambilan keputusan sering berbenturan satu sama lain, sesuai dengan kepentingan masing-masing dan memperdalam perpecahan. Demikian juga pengaruh pimpinan Federal (partai maupun Negara) menjadi semakin berkurang, dan dilain fihak pengaruh kekuasaan Republik bagian menjadi bertambah kuat.
Perkembangan ini semakin membawa Yugoslavia kearah jurang perpecahan nasional ketika tahun 1991 Slovenia dan Kroasia menarik anggotanya dari badan kolektip tersebut dan kemudian diikuti oleh wakil-wakil dari Republik Makedonia dan Bosnia Herzegovina. Puncak dari memburuknya situasi politik di Yugoslavia ialah ketika pada tanggal 25 Juni 1991 Slovenia dan Kroasia memproklamirkan kemerdekaan dan kedaulatannya secara sefihak yang diikuti dengan pembentukan mata uang sendiri, termasuk pembentukan Angkatan Bersenjata dan penentuan tapal batas wilayah negara sendiri.
Setelah itu Republik Bosnia-Herzegovina pada bulan Maret 1992 mengadakan referendum untuk menentukan sebagai negara merdeka atau tetap dalam Federasi. Referendum yang diboikot oleh etnis Serb di Bosnia Herzegovina (karena etnis Serb di Bosnia Herzegovina tanggal 30 Maret 1992 telah mengadakan referendum sendiri dan memutuskan tetap tinggal di Yugoslavia) tersebut menghasilkan suatu keputusan untuk merdeka. Oleh sebab itu pada tanggal 6 April 1992 kelompok negara-negara ME dan AS kemudian memberikan pengakuan dengan segera kepada Republik Slovenia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina, tanpa menunggu tercapainya stabilitas politik di wilayah-wilayah tersebut.
Dengan adanya pengakuan negara-negara lain kepada kemerdekaan Republik Slovenia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina, maka Republik Serbia dan Republik Montenegro membentuk Federasi Yugoslavia versi baru dengan nama "Republik Federasi Yugoslavia" pada tanggal 27 April 1992 namun tidak mendapat pengakuan internasional sebagaimana republik-republik bagian yang memisahkan diri tersebut. Sedangkan Republik Makedonia yang juga menyatakan kemerdekaannya, namun karena namanya yang ditentang oleh Yunani menghambat pengakuan dari Masyarakat Eropa.
Korban mulai berjatuhan
Proses disintegrasi Yugoslavia, secara riil dimulai dengan aksi proklamasi pemisahan diri secara sepihak Republik Bagian Kroasia dan Republik Slovenia menjadi negara yang berdaulat pada tanggal 15 Juni 1991. Pemisahan diri tersebut sedikitnya didukung oleh negara-negara Masyarakat Eropa, dan pada akhirnya mendapat pengakuan masyarakat internasional padahal pemerintah Yugoslavia berkeras untuk mencegahnya sehingga pecahlah konflik bersenjata yang bermula di Kroasia dan Slovenia.
Konflik yang kemudian terjadi di Bosnia Herzegovina tidak telepas dari proses disintegrasi Yugoslavia. Masyarakat Eropa yang berperan aktif dalam peristiwa pemisahan diri Kroasia dan Slovenia ternyata ikut pula campur tangan di Bosnia Herzegovina melalui Komisi Arbitrasi Masyarakat Eropa yang menyimpulkan bahwa Republik tersebut layak mendapat pengakuan sebagai negara yang berdaulat. Pengakuan internasional terhadap Republik Bosnia Herzegovina yang merupakan "mini" Yugoslavia yang juga berpenduduk multi nasional, multi agama dan komposisi penduduk yang heterogen ini dinilai oleh banyak pihak sebagai terlalu dini, mengingat masih banyaknya masalah-masalah yang belum terselesaikan sehingga timbullah pertikaian antar etnis di antara penduduk Republik Bosnia Herzegovina.
Rumitnya permasalahan yang terjadi di kawasan Yugoslavia khususnya di Bosnia-Herzegovina telah membuat upaya-upaya penyelesaian krisis Bosnia Herzegovina melalui perundingan-perundingan damai yang dilakukan oleh faktor-faktor internasional menjadi sangat sulit. Kegagalan-kegagalan perundingan semakin memperburuk situasi dan semakin mengobarkan pertempuran di antara pihak-pihak yang bertikai yang mengakibatkan timbulnya banyak sekali korban. Guna mencegah berlanjutnya jatuh korban di Bosnia Herzegovina maupun bertambah buruknya situasi di wilayah Yugoslavia maka PBB terpaksa mengirimkan misi damai di wilayah eks Yugoslavia dengan tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian. Namun banyaknya faktor-faktor luar yang memengaruhi serta sikap pihak-pihak yang bertikai yang tidak kompromis dalam mempertahankan kepentingan-kepentingannya tampaknya kehadiran pasukan PBB belum berhasil mengakhiri konflik di wilayah eks Yugoslavia.

Dampak Konflik Yugoslavia

  • Merdekanya 4 negara bagian Yugoslavia, yaitu Slovenia, Kroasia, Macedonia dan Bosnia
  • Terbentuknya International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia (ICTY) oleh PBB yang berperan besar dalam peradilan tokoh-tokoh yang terlibat yang secara tidak langsung menyebabkan perang Yugoslavia
  • Perdamaian pada tanggal 21 November 1995 yang disepakati oleh 3 negara yaitu Bosnia, Kroasia dan bekas Yugoslavia yang berada di bawah kepemimpinan Serbia
  • Ditandatanganinya perjanjian di Prancis yang berisi bahwa Bosnia menjadi negara tunggal yang terdiri dari Republik Federasi Muslim Kroasia dan Republik Serbia Bosnia. Pasukan militer Serbia harus meninggalkan Sarajevo, yang disepakati menjadi miliki Republik Federasi Muslim Kroasia. Pemerintahan Bosnia yang tersentral dan pemilihan presiden oleh parlemen. Gerakan kebebasan, pengurusan kembalinya pengungsi ke rumah-rumah mereka dan larangan penjahat perang untuk menjabat dalam pemerintahan.
  • Penyelesaian konflik Yugoslavia secara resmi diadakan dengan penandatanganan perdamaian di Prancis yang disaksikan oleh beberapa negara lain pada tanggal 14 Desember 1995
  • Terjadinya pemberontakan kaum Albania di Kosovo, yang akhirnya meluas ke Macedonia
  • Mundurnya Milosevic pada bulan Juni 2001 dan peradilannya yang diserahkan pada pengadilan internasional
  • Bangsa Serbia dan Bangsa Montenegro membuat satu visi untuk bersatu membuat Uni yang lebih besar. Yang akhirnya bernama Uni Negara Serbia dan Montenegro.

Upaya Penyelesaian Konflik di Yugoslavia

Konflik disintegrasi yang berkepanjangan di Yugoslavia sudah banyak memakan korban. Hal inilah yang membuat dunia internasional untuk ambil bagian agar pertikaian segera berakhir. Upaya penyelesaian konflik disintegrasi di Yugoslavia dilakukan oleh banyak negara dengan melakukan perundingan agar tercapai kesepakatan di antara negara bagian untuk berdamai. 
Perundingan penyelesaian konflik di Yugoslavia diselenggarakan di Daytona, Amerika Serikat pada tanggal 1 November 1995. Perundingan tersebut sendiri diawasi oleh NATO, dan diikuti oleh para pihak yang berkonflik. Saat itu, Alisa Izet Begovic hadir sebagai perwakilan dari pihak Bosnia, Serbia diwakili oleh Slobodan Milosevic, dan Franco Tujman hadir sebagai wakil dari pihak Kroasia.
Sebelum perundingan yang dilakukan di Daytona, berbagai usaha telah dilakukan untuk mengakhir konflik yang terjadi sebagai imbas runtuhnya Uni Soviet. Berbagai usaha tersebut adalah:
  1. Diutusnya Yasuki Akasi sebagai negosiator sambil PBB menyeru Serbia untuk menarik pasukannya dari Bosnia. Kejadian ini disusul dengan jatuhnya sanksi kepada Serbia
  2. Dalam pertemuan Negara Kelompok G7 yang berlangsung di Texas, Amerika Serikat, Negara G7 menyerukan agar Serbia menghentikan tindakan biadab yang telah dilakukan kepada Kroasia.
  3. Pengiriman Pasukan NATO ke bekas Negara Yugoslavia untuk melindungi dan menciptakan kedamaian di wilayah Bosnia.
  4. Indonesia juga turut berperan serta dalam Upaya Penyelesaian Konflik di Yugoslavia. Adapun peran Indonesia dalam konflik di Yugoslavia adalah mengirim kontingen Garuda XIV yang tergabung dalam UNPROFOR (United Nation Protection Forces). kontingen Garuda XIV dipimpin oleh Letnan Kolonel Infantri Edi Budianto

Upaya Mempertahankan Kemerdekaann melalui Jalur Diplomasi

Upaya Mempertahankan Kemerdekaann melalui Jalur Diplomasi | Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan dengan mengangkat senjata atau perang, namun juga melalui jalur diplomasi. Penyelesaian sengketa kemerdekaan Indonesia menghadapi Belanda melalui jalur diplomasi melibatkan banyak negara. Perjuangan melalui diplomasi dilakukan bangsa Indonesia dengan mencari dukungan internasional dan berunding secara langsung dengan pihak Belanda. Jalur diplomasi dipilih oleh pemerintah Indonesia pada waktu itu adalah dengan pertimbangan untuk mengurangi korban jiwa dari kedua belah pihak juga untuk memperoleh pengakuan internasional sebagai negara yang merdeka. Diplomasi yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia antara lain melalui pertemuan. Berikut beberapa jalur diplomasi yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk menyelesaikan sengketa dengan Belanda. 

1. Pertemuan Pendahuluan

Letnan Jenderal Christison selaku panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) yaitu pasukan sekutu yang dikirim ke Indonesia setelah selesainya Perang Dunia II untuk melucuti persenjataan tentara Jepang, membebaskan tawanan perang Jepang, dan memulangkan tentara Jepang kembali ke negaranya. Ia mulai memprakasai perundingan antara Republik Indonesia dengan Belanda untuk menyelesaikan pertikaian antara dua negara. Maka ia pun melakukan serakaian pertemuan pendahuluan. Archibald Clark Kerr dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai penengah. Perundingan dimulai pada tanggal 10 Februari 1946. Pada awal perundingan, H.J. van Mook menyampaikan pernyataan politik pemerintah Belanda. Kemudian pada tanggal 12 Maret 1946, pemerintah Republik Indonesia menyampaikan pernyataan balasan.

2. Perundingan Hoge Veluwe

Perundingan Hoge Veluwe ditempuh oleh pemerintah Republik Indonesia dan Belanda di Hoge Veluwe, Belanda pada tanggal 14–25 April 1946. Pertemuan ini diprakarsai oleh seorang diplomat Inggris bernama Sir Archibald Clark Keer. Pada perundingan ini, delegasi Indonesia diwakili oleh Mr. Suwandi, Dr. Sudarsono, dan Mr. A.K. Pringgodigdo sedangkan Belanda diwakili oleh Dr. H.J. van Mook. Perundingan ini mengalami kegagalan karena Belanda menolak untuk mengakui kemerdekaan Republik Indonesia yang terdiri dari Jawa, Madura, dan Sumatra secara de jure. Belanda malah menawarkan kepada Indonesia sebagai wilayah federasi kerajaan Belanda. Tentu saja bangsa Indonesia menolak tawaran Belanda tersebut. Karena belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak, maka kedua negara merencanakan perundingan selanjutnya.

3. Perundingan Gencatan Senjata

Terjadinya pertempuran antara tentara Indonesia dengan Belanda pasca proklamasi kemerdekaan dan tidak ada kesepakatan antara kedua belah pihak mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Banyaknya insiden pertempuran antara pejuang Indonesia dengan pasukan Sekutu dan Belanda mendorong diadakannya perundingan gencatan senjata. Perundingan diikuti wakil dari Indonesia,Sekutu, dan Belanda. Perundingan dilaksanakan dari tanggal 20 – 30 September 1946. Namun perundingan ini tidak mencapai hasil yang diinginkan.

4. Perundingan Indonesia-Belanda 7 Oktober 1946

Karena perundingan gencatan senjata yang telah dilaksanakan sebelumnya mengalami kegagalan, maka Lord Killearn merencakan perundingan lanjutan. Perundingan ini dilaksanakan di rumah Konsul Jenderal Inggris di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 1946. Delegasi Indonesia diketuai Perdana Menteri Sutan Syahrir. Delegasi Belanda diketuai oleh Prof. Schermerhorn. Dalam perundingan tersebut, masalah gencatan senjata yang gagal perundingan tanggal 30 September 1946 disetujui untuk dibicarakan lagi dalam tingkat panitia yang diketuai Lord Killearn. Perundingan tingkat panitia menghasilkan persetujuan gencatan senjata sebagai berikut.
  1. Gencatan senjata diadakan atas dasar kedudukan militer pada waktu itu dan atas dasar kekuatan militer Sekutu serta Indonesia.
  2. Dibentuk sebuah Komisi Bersama Gencatan Senjata untuk masalah-masalah teknis pelaksanaan gencatan senjata.
Di bidang politik, delegasi Pemerintah Indonesia dan komisi umum Belanda sepakat untuk menyelenggarakan perundingan politik “secepat mungkin”.

4. Perjanjian Linggarjati

Perundingan Linggarjati dilaksanakan di Linggarjati, Cirebon, Jawa barat. Perundingan ini juga diprakarsai oleh seorang diplomat Inggris bernama Lord Killearn, pertemuan tersebut diawali dengan pertemuan antara wakil Indonesia dan Belanda di Istana Negara dan Pegangsaan Timur 56. Perundingan Linggarjati merupakan tindak lanjut dari perundingan sebelumnya. Perundingan di Linggarjati dihadiri oleh beberapa tokoh juru runding, antara lain sebagai berikut:
  1. Inggris, sebagai pihak penengah diwakili olehLord Killearn.
  2. Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir (Ketua), Mohammad Roem (anggota), Mr. Susanto Tirtoprojo, S.H. (anggota), Dr. A.K Gani (anggota).
  3. Belanda, diwakili Prof. Schermerhorn (Ketua), De Boer (anggota), dan Van Pool (anggota)
Perundingan di Linggarjati tersebut menghasilkan keputusan yang disebut perjanjian Linggarjati. Berikut ini adalah isi Perjanjian Linggarjati:
  1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Belanda sudah harusmeninggalkan daerah de facto paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949.
  2. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk negara Serikat dengan nama RIS. Negara Indonesia Serikat akan terdiri dari RI, Kalimantan dan Timur Besar. Pembentukan RIS akan diadakan sebelum tanggal 1 Januari 1949.
  3. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia- Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketua. Perjanjian Linggarjati ditandatangani oleh Belanda dan Indonesia pada tanggal 25 Maret 1947 dalam suatu upacara kenegaraan di Istana Negara Jakarta.
Perjanjian Linggarjati memiliki dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia. Berikut dampak positif dan negatif perjanjian Linggarjati:
  1. Segi positifnya ialah adanya pengakuan de facto atas RI yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatera.
  2. Segi negatifnya ialah bahwa wilayah RI dari Sabang sampai Merauke, yang seluas Hindia Belanda dulu tidak tercapai.

5. Melibatkan Komisi Tiga Negara

Perjanjian Linggarjati tampaknya sulit dilaksanakan. Belanda bahkan melancarkan Agresi Militer I pada tanggal 21 Juli 1947. Sehingga pada tanggal 18 September 1947, Dewan Keamanan PBB membentuk sebuah Komisi Jasa Baik. Komisi ini kemudian terkenal dengan sebutan Komisi Tiga Negara. Anggota KTN terdiri dari Richard Kirby (wakil Australia), Paul van Zeeland (wakil Belgia), dan Frank Graham (wakil Amerika Serikat). Dalam pertemuannya pada tanggal 20 Oktober 1947, KTN memutuskan bahwa tugas KTN di Indonesia adalah untuk membantu menyelesaikan sengketa antara RI dan Belanda dengan cara damai. Pada tanggal 27 Oktober 1947, KTN tiba di Jakarta untuk memulai pekerjaannya.

6. Perjanjian Renville

Jalur Diplomasi dalam Upaya Mempertahankan Kemerdekaan dilaksanakan melalui Perjanjian Renville yang merupakan tindak lanjut dari usaha yang dilaksanakan Komisi Tiga Negara (KTN). KTN berusaha mendekatkan RI dan Belanda untuk berunding. Atas usul KTN, perundingan dilakukan di tempat yang netral, yaitu di atas kapal pengangkut pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat “USS Renville”. Oleh karena itu, perundingan tersebut dinamakan Perjanjian Renville. Perjanjian ini dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948. Adapun yang berperan dalam Perjanjian Renville diantaranya adalah:
  1. Frank Graham (ketua), Paul van Zeeland (anggota), dan Richard Kirby (anggota) sebagai mediator dari PBB.
  2. Delegasi Indonesia Republik Indonesia diwakili oleh Amir Syarifuddin (ketua), Ali Sastroamidjojo (anggota), Haji Agus Salim (anggota), Dr. J. Leimena (anggota), Dr. Coa Tik Ien (anggota), dan Nasrun (anggota).
  3. Delegasi Belanda Belanda diwakili oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmojo (ketua), Mr. H.A.L. van Vredenburgh (anggota), Dr. P. J. Koets (anggota), dan Mr. Dr. Chr. Soumokil (anggota).
Hasil dari perundingan Renville ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 yang berisi sebagai berikut:
  1. Penghentian tembak-menembak.
  2. Daerah-daerah di belakang garis van Mook harus dikosongkan dari pasukan RI.
  3. Belanda bebas membentuk negara-negara federal di daerah-daerah yang didudukinya dengan melalui plebisit terlebih dahulu.
  4. Membentuk Uni Indonesia-Belanda. Negara Indonesia Serikat yang ada di dalamnya sederajat dengan Kerajaan Belanda. Persetujuan Renville ditandatangani oleh Amir Syarifuddin (Indonesia) dan Abdulkadir Wijoyoatmojo (Belanda).
Perjanjian Renville pada kenyataannya semakin memojokkan kedudukan Indonesia. Keadaan semakin parah karena Belanda melakukan blokade ekonomi terhadap Indonesia. Itulah sebabnya hasil Perjanjian Renville mengundang reaksi keras, baik dari kalangan partai politik maupun TNI.
  • Bagi kalangan partai politik, hasil perundingan itu memperlihatkan kekalahan perjuangan diplomasi pemerintah Indonesia.
  • Bagi TNI, hasil perundingan itu mengakibatkan harus meninggalkan sejumlah wilayah pertahanan yang telah susah payah dibangun.

7. Resolusi DK PBB

Belanda ternyata tidak menunjukkan itikad baik kepada Indonesia. Hal ini dikarenakan belanda melancarkan Agresi Militer Belanda II yaitu pada tanggal 28 Januari 1949. Peristiwa ini mendorong Dewan Keamanan PBB sebuah revolusi. Adapun isi Revolusi Dewan Keamanan PBB adalah sebagai berikut:
  1. Belanda harus menghentikan semua operasi militer dan pihak Republik Indonesia diminta untuk menghentikan aktivitas gerilya. Kedua pihak harus bekerja sama untuk mengadakan perdamaian kembali.
  2. Pembebasan dengan segera dan tidak bersyarat semua tahanan politik dalam daerah RI oleh Belanda sejak 19 Desember 1948.
  3. Belanda harus memberikan kesempatan kepada  pemimpin RI untuk kembali ke Yogyakarta dengan segera. Kekuasaan RI di daerah-daerah RI menurut batas-batas Persetujuan Renville dikembalikan kepada RI.
  4. Perundingan-perundingan akan dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya dengan dasar Persetujuan Linggarjati, Persetujuan Renville, dan berdasarkan pembentukan suatu Pemerintah Interim Federal paling lambat tanggal 15 Maret 1949. Pemilihan Dewan Pembuat Undang Undang Dasar Negara Indonesia Serikat selambat-lambatnya pada tanggal 1 Juli 1949.
  5. Komisi Jasa-jasa Baik (KTN) berganti nama menjadi Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia (United Nation for Indonesia atau UNCI). UNCI bertugas untuk: membantu melancarkan perundinganperundingan untuk mengurus pengembalian kekuasaan pemerintah RI, mengamati pemilihan, mengajukan usul mengenai berbagai hal yang dapat membantu tercapainya penyelesaian.

8. Perjanjian Roem-Royen

Sejalan dengan upaya melalui jalur senjata, usaha-usaha melalui jalui diplokasi untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia terus dilakukan. UNCI mengadakan perundingan dengan pemimpin-pemimpin RI di Bangka. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB pada tanggal 23 Maret 1949 memerintahkan UNCI untuk membantu pelaksanaan resolusi DK PBB pada tanggal 28 Januari 1949. UNCI berhasil membawa Indonesia dan Belanda ke meja perundingan. Pada tanggal 17 April 1949 dimulailah perundingan pendahuluan di Jakarta. Delegasi Indonesia dipimpin Mr. Mohammad Roem. Delegasi Belanda dipimpin Dr. van Royen. Pertemuan dipimpin Merle Cohran dari UNCI yang berasal dari Amerika Serikat. Akhirnya pada tanggal 7 Mei 1949 tercapai persetujuan. Persetujuan itu dikenal dengan nama “Roem-Royen Statement”. Dalam perundingan ini, setiap delegasi mengeluarkan pernyataan sendiri-sendiri. Pernyataan delegasi Indonesia antara lain sebagai berikut:
  1. Soekarno dan Hatta dikembalikan ke Yogyakarta.
  2. Kesediaan mengadakan penghentian tembakmenembak.
  3. Kesediaan mengikuti Konferensi Meja Bundar setelah pengembalian Pemerintah RI ke Yogyakarta.
  4. Bersedia bekerja sama dalam memulihkan perdamaian dan tertib hukum.
Sedangkan pernyataan dari pihak Belanda adalah sebagai berikut:
  1. Menghentikan gerakan militer dan membebaskan tahanan politik.
  2. Menyetujui kembalinya Pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.
  3. Menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian dari negara Indonesia Serikat.
  4. Berusaha menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar.
Pada tanggal 6 Juli 1949, Soekarno dan Hatta dikembalikan ke Yogyakarta. Pengembalian Yogyakarta ke tangan Republik Indonesia diikuti dengan penarikan mundur tentara Belanda dari Yogyakarta. Tentara Belanda berhasil menduduki Yogyakarta sejak tanggal 19 Desember 1948 – 6 Juli 1949.

9. Konferensi Meja Bundar (KMB)

Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di Den Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus 1949 – 2 November 1949. Konferensi ini dipimpin oleh Perdana Menteri Belanda, W. Drees dan dihadiri oleh:
  1. Delegasi Republik Indonesia dipimpin Mohammad Hatta,
  2. Delegasi BFO dipimpin Sultan Hamid,
  3. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin J. H. van Maarseveen, dan
  4. UNCI diketuai oleh Chritchley.
Dalam konferensi dibentuk tiga komisi, yaitu: Komisi Ketatanegaraan, Komisi Keuangan, dan Komisi Militer. Kesulitan-kesulitan yang muncul dalam perundingan adalah:
  1. dari Komisi Ketatanegaraan menyangkut pembahasan mengenai Irian Jaya,
  2. dari Komisi Keuangan menyangkut pembicaraan mengenai masalah utang.
Berikut ini adalah beberapa hasil Konferensi Meja Bundar di Den Haag:
  1. Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia sepenuhnya dan tanpa syarat kepada RIS.
  2. Republik Indonesia Serikat (RIS) terdiri atas Republik Indonesia dan 15 negara federal. Corak pemerintahan RIS diatus menurut konstitusi yang dibuat oleh delegasi RI dan BFO selama Konferensi Meja Bundar berlangsung.
  3. Melaksanakan penyerahan kedaulatan selambat- lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
  4. Masalah Irian Jaya akan diselesaikan dalam waktu setahun sesudah pengakuan kedaulatan.
  5. Kerajaan Belanda dan RIS akan membentuk Uni Indonesia-Belanda. Uni ini merupakan badan konstitusi bersama untuk menyelesaikan kepentingan umum.
  6. Menarik mundur pasukan Belanda dari Indonesia dan membubarkan KNIL. Anggota KNIL boleh masuk ke dalam APRIS.
  7. RIS harus membayar segala utang Belanda yang diperbuatnya semenjak tahun 1942.

10. Pengakuan Kedaulatan

Upaya perjuangan mempertahankan kemerdekaan mencapai puncaknya yaitu dilaksanakannya penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Indonesia  yang dilaksanakan pada waktu yang bersamaan yaitu di Indonesia dan Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Di negeri Belanda, penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan dilaksanakan di ruang takhta Istana Kerajaan Belanda. Ratu Juliana, P.M. Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautan Mr. A.M.J.A. Sassen, dan Mohammad Hatta membubuhkan tanda tangan pada naskah pengakuan kedaulatan. Sementara itu, di Jakarta, Sultan Hamengkubuwono IX dan A.H.J. Lovink (Wakil Tinggi Mahkota) membubuhkan tanda tangan pada naskah pengakuan kedaulatan. Pada tanggal yang sama, di Yogyakarta dilakukan penyerahan kedaulatan dari Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat. Dengan demikian akhirnya perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, baik melalui jalur diplomasi maupun jalur perang menghadapi Belanda berakhir. Silahkan baca artikel Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.
Apabila artikel ini bermanfaat untuk anda, jangan lupa untuk like fans page sejarah umum. terima kasih

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia

Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia | Tentu saja kita tahu bahwa manusia purba memiliki banyak ras dan suku yang tersebar di seluruh dunia. Materi manusia purba menjadi salah satu materi sejarah yang diajarkan di sekolah. Terlepas dari kontroversi yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari kera yang mana yang dianut dalam teori evolusi. Meskipun demikian berdasarkan penelitian para ahli, terdapat sepuluh jenis manusia di Indonesia. Meskipun demikian, para ahli telah menemukan sepuluh jenis manusia purba di Indonesia.
Umumnya, manusia purba dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Homo (manusia cerdas), Meganthropus (manusia besar), Pitecanthropus (manusia kera yang berjalan tegak). Ada beberapa tempat di Indonesia yang menjadi lokasi penemuan fosil manusia purba yang sangat berharga ini. Dan tempat-tempat ini telah ditetapkan sebagai tempat pengembangan manusia di negara Indonesia. Dan jenis manusia purba beserta penemu manusia purba dapat kami sajikan dalam ulasan berikut. Ulasan ini kami sajikan dari berbagai sumber. Namun, perlu juga diingat bahwa tinjauan ini bukan merupakan landasan ilmiah secara mutlak. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Berikut jenis-jenis manusia purba serta penemunya di Indonesia.

1. Meganthropus Palaeojavanicus

Spesies manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus ditemukan oleh salah satu arkeolog yang berasal dari negara kincir angin, Belanda, bernama Van Koenigswald. Ia juga merupakan arkeolog yang pertama kali menemukan fosil ini di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah  pada tahun 1936.
Karakteristik fisik manusia purba dari Indonesia berbeda dengan spesies manusia purba lainnya yang tersebar di seluruh dunia. Fosil yang ditemukan memiliki kondisi dan ciri-ciri menyerupai orang barat. Oleh karena itu,  penemuan fosil di Sangiran sangat membangkitkan semangat para arkeolog dalam mengeksplorasi fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. 
Para ilmuwan memperkirakan bahwa manusia purba ini hidup sekitar satu juta dan dua juta tahun yang lalu. Hal ini juga dibuktikan dari kondisi fosil dengan menggunakan teknik peluruhan dengan karbon. Teknik ini biasa digunakan para ilmuwan untuk dapat memperkirakan usia fosil.
Dan di hadapan sifat paruh waktu seperti itu, ada banyak fosil, batu, dan elemen lain yang dapat kita perkirakan. Bahkan dengan usia Bumi kita tercinta itu dapat diperkirakan menggunakan paruh hidup daripada unsur karbon dalam bahan atau zat. Meganthropus Palaeojavanicus memiliki karakteristik  atau ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tulang pipi yang tebal.
  • Memiliki otot rahang yang kuat.
  • Tidak memiliki dagu
  • Mempunyai sebuah.
  • tonjolan tajam ke belakang.
  • Memiliki bentuk tulang yang menonjol.
  • Perawakan tegap, rahang bawah.
  • Meganthropus yang berasal dari Sangiran mengkonsumsi tanaman, juga hidup berkelompok dan nomaden (Hidup berpindah-pindah tempat tinggal)

2. Pitecanthropus Erectus

Manusia purba jenis Pitecanthropus Erectus pernah hidup di wilayah Indonesia sekitar satu hingga dua juta tahun yang lalu. Menurut sejarah arkeologi, Kepulauan Indonesia pernah mengalami lebih dari satu bencana alam. Hal inilah yang membuat Indonesia memiliki banyak pulau. Seorang dokter dari negara Belanda bernama Eungene Dubois adalah penemu manusia purba jenis Pitecanthropus Erectus.
Karakteristik dan ciri-ciri Pitecanthropus Erectus sebagai berikut:

  • Berjalan tegak, tetapi dengan struktur tengkorak yang hampir sama dengan struktur kera. Karena itu manusia purba jenis ini juga dikenal sebagai manusia kera yang berjalan tegak. 
  • Diperkirakan ukuran otak kecil karena struktur tengkorak yang menyerupai kera. 
  • Ini menyebabkan pria purba tipe ini memiliki tingkat kecerdasan yang hampir sama tetapi juga di atas naluri binatang. 
  • Manusia purba jenis pitecanthropus adalah bangsa yang mengumpulkan makanan atau yang biasa disebut Food gathering.
  • Keprimitifan Pitecanthropus Erectus pada waktu itu tidak akan jauh berbeda dengan kehidupan para kera di era modern. 
  • Pria purba ini sangat disambut oleh para materialis, karena itu adalah bukti keberadaan makhluk transisional yang memperkuat teori evolusi telah Charles Darwin.

3. Pitecanthropus Soloensis

Pitecanthropus Soloensis merupakan jenis manusia purba yang aslinya berasal dari daerah Ngandong, Solo, Jawa Tengah. Manusia purba Pitecanthropus Erectus memiliki ciri-ciri dan karakteristik sebagai berikut:

  • Di daerah tengkorak, memiliki tonjolan dahi yang tebal. 
  • Memiliki hidung yang lebar, dan tulang pipi yang kuat dan menonjol. 
  • Memiliki ketinggian sekitar 165-180. 
  • Pemakan tanaman juga merupakan daging alias pemakan segalanya. 
  • Memiliki rahang bawah yang kuat. 
  • Tulang pipinya tebal. 
  • Memiliki bentuk tulang belakang yang menonjol juga tajam. 
  • Perawakan yang kuat, dan juga memiliki ikatan otot leher yang kuat dan besar.

4. Pitecanthropus Mojokertensis

Tanpa harus mengetahui asal usul jenis manusia purba ini, tentu kita sudah tahu langsung bahwa Eungene Dubois telah menemukan  Pitecanthropus Mojokertensis di daerah Mojokerto, jadi dia menyebut temuan fosil itu merupakan penemuan besar di abad ini. Namun sayangnya, proses penggalian yang mereka lakukan di daerah Mojokerto telah merusak tulang fosil.
Hal ini mengakibatkan beberapa bagian dari fosil hancur sehingga ada beberapa detail yang tidak berhasil untuk disimpan dengan sempurna. Dan semua jenis manusia purba yang ada di Indonesia telah menjadi wawasan bagi semua orang dan juga menjadi bahan ajar di sekolah.
Homo Floresiensis
Manusia purba tipe ini memiliki kebiasaan serta gaya hidup yang hampir sama dengan manusia zaman sekarang. Bahkan, pada saat itu, manusia homo memiliki kesatuan dalam bertindak sebagai karakteristik manusia yang telah menjadi makhluk ekonomi. Pada masa itu mereka tidak menggunakan alat-alat canggih, tetapi menggunakan batu-batu sederhana yang kemudian diampelas. Kedua, tipe homoseksual purba juga memiliki kesadaran orang-orang di sekitarnya. Itu membuat kesamaan rasial.
Dilihat dari namanya kita mungkin agak tertipu, itu karena arkeolog Belanda tidak menyebut fosil manusia purba temuannya dengan namanya sendiri, tetapi menggunakan nama tempat di mana ia menemukannya. Dan nama lain Homo dapat diartikan sebagai masalah kecenderungan seksual di antara pria.

  • Memiliki wajah dan hidung lebar
  • Memiliki bentuk mulut yang menonjol
  • Memiliki bentuk dahi yang menonjol, tetapi tidak seperti Pitecanthropus spesies manusia purba
  • Memiliki bentuk fisik yang menyerupai bentuk fisik manusia saat ini
  • Ketinggian berkisar dari 130-210 cm
  • Dan beratnya di kisaran 30-150 kg
  • Manusia purba jenis ini diperkirakan hidup sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu

5. Homo Wajakensis

Wajakensis ini berasal dari Wajak, salah satu daerah di Jawa Timur. Fosil Homo wajakensis ditemukan oleh van Riestchoten pada tahun 1889 di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Dan manusia wajak kedua ditemukan di tempat yang sama oleh Eugene Dubois pada tahun 1890. Manusia wajak sementara dapat disejajarkan perkembangannya dengan manusia modern awal dari akhir Kala Plestosen.
Temuan Wajak menunjukkan bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu Indonesia sudah didiami oleh Homo sapiens yang rasnya sukar dicocokkan dengan ras-ras pokok yang terdapat sekarang, sehingga manusia Wajak dapat dianggap sebagai suatu ras tersendiri. Diperkirakan dari manusia Wajak inilah sub-ras Melayu Indonesia dan turut pula berevolusi menjadi ras Austromelanesoid sekarang.
Ciri-ciri dan karakteristik Homo Wajakensis sebagai berikut:
  • Pada fosil perempuan memiliki ciri muka yang datar dan lebar, akar hidung lebar dan bagian mulut menonjol sedikit. Dahinya agak miring dan di atas matanya terdapat busur kening nyata. Serta mempunyai volume otak sekitar 1.630 cc.
  • Pada fosil laki-laki perlekatan otot sangat nyata. Langit-langit juga dalam. Rahang bawah serta gigi memiliki ukuran yang besar. Kalau menutup gigi maka muka atas akan mengenai muka bawah. Dari tulang pahanya dapat diperkirakan tubuhnya setinggi 173 cm.
  • Dengan demikian Homo Wajakensis bertubuh tinggi dengan isi tengkorak yang besar. Wajak sudah termasuk Homo sapiens, jadi sangat berbeda ciri-cirinya dengan Pithecanthropus. Manusia wajak mempunyai ciri-ciri baik Mongoloid maupun Austromelanesoid.
  • Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana.

6. Homo Soloensis

Homo Soloensis adalah jenis manusia purba manusia yang telah ditemukan fossilnya di daerah Solo, Jawa Tengah. Siapakah orang-orang atau arkeolog yang telah melakukan penelitian terhadap manusia purba di wilayah Indonesia? Yang pasti paling populer adalah Eungene Dubois, lalu Van Koenigswald, lalu Weidereich. Dan di sini adalah deskripsi dari jenis primordial Homo Soloensis.
Peneliti lain mungkin tidak memiliki banyak catatan seperti catatan dari tiga nama yang disebutkan sebelumnya.
Meski begitu kontribusi mereka telah membuat harta karun untuk jenis manusia purba di kawasan Asia dan tentu saja di dunia. 
Sungai Bengawan Solo adalah jantung kehidupan primitif yang terjadi di masa lalu. Ada banyak temuan di daerah ini yang menunjukkan kecenderungan manusia purba untuk hidup dekat dengan sumber air yang pada waktu itu sistem irigasi belum ditemukan membuatnya menjadi suatu keharusan bagi manusia purba untuk tidak melakukan intervensi. Dan setelah tinggal di tepi sungai, itu telah memberikan keuntungan bagi manusia purba.

7. Pitecanthropus Robustus

Manusia purba yang memiliki bentuk rahang yang besar adalah Pitecanthropus. Dengan memiliki rahang yang besar, para peneliti memperkirakan bahwa spesies manusia purba ini suka makan tanaman. Fungsi rahang besar adalah agar saat mengunyah makanan akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Berikut adalah ciri-ciri manusia purba jenis Pitecanthropus Robustus:
  • Pitecanthropus Robustus memiliki bentuk rahang yang besar yang menunjukkan bahwa cakupan kapasitas mulut Pitecanthropus Erectus lebih besar daripada hari ini.
  • Jumlah kapasitas mulut dimungkinkan jika manusia purba jenis ini menunjukkan identitasnya.
  • Dapat diartikan bahwa manusia purba jenis ini adalah bentuk alami dari jenis manusia di masa sekarang. Yang membedakan adalah jangka hidup  dan juga cara mereka berkomunikasi dalam interaksi sosial pada waktu itu. termasuk juga dalam penggunaan alat.
  • Jenis manusia purba ini telah mengedepankan pikiran daripada naluri. Hal ini telah dibuktikan dengan adanya banyak peninggalan berupa batu, kapak dan juga banyak alat lain yang digunakan sebagai pendukung kehidupan setiap hari.
Hal lain adalah pada titik penemuan para arkeolog, bahwa manusia homo tidak terlalu dekat dengan sungai, yang menunjukkan bahwa mereka telah membuat tempat tinggal meskipun tidak dekat sungai atau sumber air lainnya.

8. Pitecanthropus Dubuis

Pitecanthropus Dubuis ketika diterjemahkan menjadi semacam manusia monyet berjalan tegak, semacam manusia purba yang meragukan. Karena fosil yang ditemukan di daerah Sangiran tetapi struktur tengkorak dan tulang tidak mutalk termasuk dalam karakteristik fisik manusia purba pitecanthropus dan spesies meganthropus. Temuan dan penelitian dari seorang arkeolog Belanda adalah temuan penting. Meskipun bagi sebagian warga Indonesia ekskavasi dan ekspedisi dianggap sebagai paksaan dan juga pendudukan hak.
Warga sekitar juga dipaksa bekerja untuk menjadi penggali. Dan menurut catatan sejarah, banyak korban telah jatuh dari bangsa Indonesia, tetapi dengan cara yang licik dan rapi, para arkeolog dari Belanda yang didukung oleh pemerintah kolonial, telah berhasil membawa propaganda dalam bentuk penemuan fosil manusia purba tipe ini. sehingga membuat sistem kerja ekspedisi di rodi ekskavasi tidak tampak diangkat di depan umum. Karena banyaknya temuan di daerah sekitar sungai Bengawan Solo, para peneliti membuat lapisan tanah di daerah tersebut menjadi tiga lapisan:
Lapisan Jetis, yang spesies manusia purba Pitecanthropus Robustus telah ditemukan atau juga dikenal sebagai lapisan pleistosen yang lebih rendah.
Lapisan Trinil, yang ditemukan oleh manusia purba Pitecanthropus Erectus. Di lapisan ini juga dikenal sebagai lapisan pleistosen tengah.
Lapisan Ngandong, yang merupakan jenis manusia purba Pitecanthropus Soloensis telah ditemukan. Dan kami juga mengenalinya sebagai lapisan pleistocene bawah.
Dan dengan sifat-sifat ini, Meganthropus memiliki bentuk fisik yang kuat dan kokoh. Dan juga dengan jumlah tanaman yang melimpah yang merupakan makanan utama. Para peneliti memperkirakan manusia purba spesies Meganthropus hidup dengan cara kelompok dan juga cenderung menetap di suatu tempat. Perubahan budaya dan kehidupan sosial memang tidak sama dengan yang ada saat ini. Namun ada penelitian yang benar dan intens, kehidupan mereka dapat diprediksi.
Ditambah dengan banyak dukungan yang sangat berpengaruh bagi Belanda, itu membuat bangsa Indonesia sangat sulit mewujudkan kemandirian. Dalam menyelesaikan konflik antara Belanda dan Indonesia tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi juga berbagai negara lain.

9. Homo Sapiens

Manusia purba jenis ini bisa ditafsirkan dengan manusia cerdas. Mereka berasal dari era holozen. Mereka memiliki bentuk tubuh yang menyerupai bentuk tubuh manusia Indonesia di masa sekarang. Pada masa itu, manusia purba jenis ini memiliki struktur organisasi dan juga pembagian tugas. Berdasarkan penelitian, tidak hanya bentuk fisik, tetapi juga dengan kehidupan sosial mereka yang dapat kita tinjau. Dan tentu saja dengan berlakunya penelitian yang intens dan dalam jangka panjang.
Jenis homo sapiens manusia purba ini merujuk jika manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan di atas akal. Dengan mempelajari jenis manusia homo sapiens purba ini, hidup kita semua dapat tumbuh dalam pengalaman dan harta dengan produk tertentu. Dan karakteristik manusia purba jenis ini adalah:
  • Memiliki volume otak antara 1000cc-1200cc
  • Memiliki ketinggian sekitar 130-210
  • Kehadiran otot di tengkuk
  • Gigi mengalami penyusutan
  • Wajah tidak lagi menonjol ke depan
  • Berdiri dan juga berjalan dengan tubuh tegak
  • Memiliki rahang dan tulang rahang bagian yang tidak terlalu kuat
Dengan kami membaca spesifikasi di atas, oleh karena itu kita dapat mengetahui bahwa manusia purba tipe homo sapiens telah menggunakan pikirannya. Meski masih dalam bentuk yang sederhana, tetapi manusia purba ini memiliki karakteristik berburu. Tidak hanya mengoleksi makanan seperti jenis lainnya. Homo sapiens manusia purba ini juga telah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak variasi budaya dan ras juga.
Dengan teori evolusi hijau di era sekarang, tampak bahwa manusia kera adalah jenis manusia tetapi juga berbeda dalam ras. Sama halnya dengan ras Asia, Eropa dan Afrika. Bahkan sesama warga dari negara-negara Asia juga memiliki beragam budaya dan banyak ras. Berikut adalah karakteristik ras leluhur manusia:
Ras Mongoloid, memiliki karakteristik berkulit kuning, bermata sipit, dan berambut lurus. Perlombaan ini tersebar di Asia Timur, yaitu Cina, Korea, Jepang, dan juga di Asia Tenggara.
Ras Kaukasia, adalah ras yang memiliki rambut putih, tinggi, lurus, dan berhidung tajam. Perlombaan tersebar di seluruh Eropa, beberapa di India utara (yaitu ras Aria), yang lain untuk orang Yahudi (ras Semitik), dan lain-lain ke Turki, Arab, dan bagian lain dari Asia Barat.
Race Negroid, memiliki ciri-ciri rambut hitam, keriting, bibir tebal. Perlombaan ini menyebar ke * Australia (yaitu ras Aborigin), ke Papua (ras Papua yang merupakan penduduk asli), dan juga ke Afrika.
Begitu juga sepuluh jenis manusia purba yang ada di Indonesia yang masih tetap berada di Museum Nasional.

Kehidupan dan Ciri-Ciri Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus

Kehidupan dan Ciri-Ciri Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus | Meganthropus Paleojavanicus merupakan salah satu manusia purba yang pernah hidup di Indonesia. Manusia purba jenis ini dikategorikan sebagai manusia purba paling premitif. Hal ini karena Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup sekitar 2 juta tahun yang lalu. Fosil Meganthropus Paleojavanicus banyak ditemukan di daerah Sangiran, Jawa Tengah. Untuk lebih memahami sejarah perkembangan Meganthropus Paleojavanicus dan ciri-cirinya, jangan lupa untuk membaca sampai akhir ya?
Meganthropus Paleojavanicus jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti mega = besar; palaeo = tua dan java = jawa. Jadi meganthropus paleojavanicus berarti manusiabesar/raksasa yg diperkirakan hidup pertama kali di jawa.
Meganthropus paleojavanicus ditemukan di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah oleh ahli purbakala berkebangsaan belanda yang bernama Von Koenigswald antara tahun 1936 sampai 1941 yang mengadakan penelitian manusia purba di Indonesia. Ia bersama timnya menyusuri lembah sungai Bengawan Solo. Pada ekspedisi tersebut, Von Koenigswald bersama timnya menemukan beberapa bagian tempurung kepala dan rahang. Daerah Sangiran termasuk dalam fauna Jetis yang digolongkan dalam lapisan Pleistosen Bawah.  Lapisan Pleistosen merupakan lapisan bumi yang banyak ditemukan manusia purba yang terdapat di seluruh dunia. Fosil Meganthropus Paleojavanicus juga ditemukan di lapisan Pleistosen Bawah.

Ciri-Ciri Manusia Purba Meganthropus Paleojavanicus:

  1. Memiliki tubuh yang besar sehingga dinamakan mega
  2. Memiliki tubuh yang kekar dan tegap
  3. Rahang yang besar dan kuat
  4. Memiliki bentuk geraham seperti manusia tetapi tidak berdagu seperti kera.
  5. Memiliki tulang pipi yang tebal
  6. Ada tonjolan di kening dan belakang kepalanya
  7. Makanan pokok tumbuh-tumbuhan
  8. Hidup pada 2 –1 juta tahun yang lalu.
Pola kehidupan Meganthropus Paleojavanicus pada masa itu masih premitif. Mereka kebanyakan adalah vegetarian yaitu makan makanan yang telah tersedia di alam seperti sayur dan buah-buahan. Mereka hidup nomaden atau berpindah-pindah tempat tinggal, artinya apabila cadangan makanan di suatu tempat habis, mereka akan berpindah ke tempat yang baru. Mereka belum mengenal bercocok tanam. Alat-alat yang digunakan oleh Meganthropus Paleojavanicus cenderung masih premitif dan sederhana, seperti Kapak genggam dan kapak berimbas. 
Demikianlah sejarah kehidupan dan ciri-ciri manusia purba Meganthropus Paleojavanicus. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa like fanspage Sejarah Umum ya?

Pengertian Konsep Diakronis dan sinkronis dan Ciri-Cirinya

Pengertian Konsep Diakronis dan sinkronis serta Ciri-ciri dan perbedaannya | Para sejarawan menggunakan konsep berpikir Diakronis dan Sinkronis dalam hal menceritakan kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sejarah. Pada umumnya, sejarah lebih sering diceritakan menggunakan cara berpikir diakronis. Sedangkan cara berpikir sinkronis lebih sering diterapkan pada ilmu sosial lainnya, seperti ekonomi, sosiologi, politik dan antropologi. Namun tidak jarang juga sejarawan yang menggunakan pendekatan cara berpikir sinkronis dengan menggunakan ilmu bantu sejarah. Nah, pada tulisan kali ini kita akan membahas pengertian konsep diakronis dan sinkronis serta ciri-ciri dan perbedaan keduanya.

Pengertian Konsep Cara Berpikir Diakronis dalam Sejarah

Yang dimaksud cara berpikir diakronis dalam sejarah adalah sebuah kemampuan memahami peristiwa bukan hanya sebagai kejadian tunggal dengan menekankan pada penelusuran waktu. Menurut Galtung, sejarah merupakan ilmu diakronis. Diakronis berasal dari bahasa latin yaitu kata diachronich yang artinya melalui atau melampaui; dan kata chronicus yang artinya waktu.  Sejarah dalam cara berpikir diakronis maksudnya adalah mementingkan proses terjadinya peristiwa sehingga berupaya sejarah dari sudat pandang rentang waktu. Pendekatan diakronis ini menganalisis evolusi dari waktu ke waktu sehingga lebih menekankan perubahan dari masa-masa lampau. Diakronik memiliki sifat vertikal dan memiliki konsep perbandingan. Berpikir diakronis artinya memanjangkan waktu dan mementingkan proses terjadinya suatu peristiwa, namun secara ruang kita terbatas.  Sejarah akan menceritakan suatu peristiwa pada suatu tempat tertentu, dari waktu A sampai B. Contoh cara berpikir diakronis misalnya, Sejarah perang Diponegoro pada kurun waktu 1825-1830, perkembangan Serikat Dagang Islam di Solo pada tahun 1911-1920.

Pengertian Konsep Cara Berpikir Sinkronis dalam Sejarah

Yang dimaksud cara berpikir sinkronis dalam sejarah adalah memahami sebuah peristiwa atau kejadian dengan cara memperluas ruang dan mengabaikan proses perkembangan terjadinya suatu peristiwa. Dengan kata lain cara berpikir sinkronis memperluas ruang dalam berpikir, namun secara waktu kita terbatas. Dalam pola pikir sinkronik ini, peristiwa sejarah yang dipelajari adalah sejaman dan melihat sudut sejarah dalam ruangan yang sama. Pendekatan sinkronis ini mempelajari aspek pada kurun waktu yang terbatas dan memiliki sifat horizontal dan tidak memiliki konsep perbandingan seperti diakronik. Contoh cara berpikir sinkronis misalnya Penggambaran ekonomi di Indonesia pada tahun 1998, disini penggambaran sejarah hanya menganalisis struktur dan fungsi ekonomi pada keadaan di tahun 1998 saja.

Perbedaan Cara Berpikir Diakronis dan Sinkronis

Untuk memahami perbedaaan cara berpikir Diakronis dan Sinkronis, berikut contoh peristiwa "Proklamasi Kemerdekaan Indonesia" yang ditinjau dari kedua cara berpikir di atas:Seseorang yang berpikir Diakronis melihat peristiwa proklamasi bangsa bukan sebagai persitiwa tunggal dengan menelusuri proses terjadinya peristiwa tersebut, mengurai ke belakang misalnya saat wilayah nusantara berada di bawah penguasaan VOC, Belanda dan Inggris. Semua peristiwa tersebut akan dirangkai dalam kronologi menuju peristiwa proklamasi Indonesia. Sementara itu, mereka yang berpikir Sinkronis akan melihat peristiwa proklamasi bangsa sebagai peristiwa tunggal dan memperlebar ruang peristiwa proklamasi tersebut misalnya dengan mengurai hubungannya dengan aspek politik, ekonomi, sosial, implikasinya terhadap hubungan internasional dan lain sebagainya.